LABUAN BAJO | Sebagai Situs Warisan Dunia dan Cagar Manusia dan Biosfer oleh UNESCO
·
Provinsi
Nusa Tenggara
Timur
·
Kabupaten
Manggarai Barat
·
Daerah Koordinatif
± 1000 Ha
·
Daerah Otoritatif
± 400 Ha
·
Bandara El Tari
± 1 hari 7 jam
·
Bandara Komodo
± 20 menit
Labuan
Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditargetkan menjadi wisata super premium.
Pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium telah dimulai
awal tahun 2020.
Warisan Dunia
Labuan Bajo ditunjuk
sebagai Situs Warisan Dunia dan Cagar Manusia dan Biosfer oleh UNESCO pada
tahun 1986. Labuan Bajo memiliki spesies langka dan terunik di dunia, Komodo
(The Giant Lizard), yakni kadal terberat dan terbesar di dunia.
Tradisi
- Tradisi Kepok,
ritual
penyambutan tamu yang baru datang di Labuan Bajo. Tiap ada rombongan wisatawan
asing, warga Manggarai menyambut dengan ayam jantan berwarna merah atau putih
dan moke putih.
-
Tradisi Rumusmoso, Rumusmoso
merupakan sistem pembagian tanah ulayat yang didasari atas kesepakatan adat.
Sebelum membagikan lahan adat atau tanah, petinggi kampung akan menggelar
sidang yang dipimpin oleh Tu’a Teno dan Tu’a Golo.
Yuk, Melancong ke Labuan Bajo
Pulau Komodo
·
Pernah dinobatkan menjadi 7 keajaiban warisan
alam yang ada di dunia
·
Terdapat 25 spesies hewan yang dilindungi
·
Terdapat lebih dari 2.000 ekor komodo yang
hidup di alam bebas
Pulau Rinca
· Memiliki tur pantai yang indah dan beberapa
bukit yang Sebagian besar ditutupi padang rumput
·
Memiliki luas sekitar 18.500 hektare
·
Merupakan rumah tempat tinggal bagi sekitar
2.000 lebih Komodo
Goa Batu Cermin
·
Merupakan destinasi wisata "perut
bumi" dengan pesona batu karang berkilau seperti cermin
· Penataan meliputi ampiteater dan rumah budaya
untuk mendukung kegiatan seni dan budaya
·
Dapat menjadi destinasi wisata favorit baru di
NTT
Puncak Waringin
·
Menjadi ruang untuk berkarya bagi talenta
ekonomi kreatif setempat
·
Merupakan salah satu spot tertinggi di Labuan
Bajo
·
Gedung utama akan dijadikan sebagai lounge
Sumber:
Indonesiabaik.id.
2021. "Wisata #DiIndonesiaAja." Vers. 1. Edited by Edy Pang. Direktorat
Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan
Informatika. Accessed May 18, 2021.
https://indonesiabaik.id/ebook/wisata-diindonesiaaja.

Comments
Post a Comment